Kamis, 22 Januari 2015

Rangkuman Statistika



Nama              : Stella Angelina Chandra
NIM                : 2014-52-088
Mata Kuliah  : Filsafat Ilmu dan Logika
Sesi                 : 10







STATISTIKA

Statistika merupakan pengetahuan  yang memungkinkan penarikan kesimpulan induktif berdasarkan peluang. Kesimpulan induktif tidak memberikan kepastian dalam kebenaran, namun sekedar memberikan peluang. Peluang merupakan dasar teori statistika.
Kita lihat di pinggir - pinggir jalan para "ahli matematika kaki lima" menguraikan rumus - rumusnya dalam meramalkan nomor yang akan menang, campuran antara metafisika, astrologi, astral dab 1001 omonga kosong (serta banyak lagi dalil - dalilnya termasuk sistem analisis dan input - input Leontief).
Konsep statisika sering dikaitkan dengan distribusi varibel yang ditelaah dalam suatu populasi tertentu. Abraham Demoivre (1667-1754)mengembangkan teori galat atau kekeliruan (theory of error). Pierre Simon de Laplace (1749-1827) mengembangkan konsep Demoivre dan simpson ini lebih lanjut dan menemukan distribusi normal;sebuah konsep yang mungkin paling umum dan paling banyak dipergunakan dalam analisis statistika disamping teori peluang. Distribusi lain, yang tidak berupa kurva normal, kemudian ditemukan Francis Galton (1822-1911), dan Karl Pearson (185-1936).
·         Perkembangan Statistika
Pendeta Thomas Bayes pada tahun 1763 mengembangkan teori peluang subyektif berdasarkan kepercayaan seseorang akan terjadinya suatu kejadian.Teori ini berkembang menjadi cabang khusus dalam statistika sebagai pelengkap teori peluang yang bersifat obyektif..
.           Konsep statistika sering dikaitkan distribusi variabel ditelaah dalam suatu populasi tertentu.Abraham Demoivrepada (1754) mengembangkan teori galat atau kekeliruan (theory of error).
            Pada tahun 1757 Thomas Simson menyimpulkan bahwa terdapat suatu distribusi yang berlanjut (continuous distribution) suatu variabel, distribusi normal. Karl Pearson (1936) menemukan distribusi dalam kurva tidak normal. Karl Friedrich Gauss (1855) menemukan teknik kuadrat terkecil (least squares), simpangan baku dan galat baku untuk rata-rata (the stan Karl Pearson melanjutkan Gauss dengan menciptakan konsep regresi, korelasi, distribusi chi-kuadrat dan analisis statistika untuk data kualitatif.
Ronald Alymer Fisher (1962) mengembangkan disain eksperimen, analisis varians, analisis kovarians, distribusi z, distribusi t, uji signifikan dan teori perkiraan (theory of estimation)


·         Statistika dan Cara Berpikir Induktif
Ilmu adalah pengetahuan yang telah teruji kebenarannya. Semua pernyataan ilmiahbersifat faktual sehingga dapat diuji dengan panca indera. Pengujian empiris merupakan salah satu mata rantai dalam metoda ilmiah yang membedakan ilmu dari pengetahuan lain.
Pengujian merupakan proses pengumpulan fakta yang relevan dengan hipotesis, sehingga sekiranya hipotesis didukung  fakta empiris, maka hipotesis tersebut diterima kebenarannya. Pengujian mengharuskan untuk menarik kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus individual atau penarikan secara induktif.
Penarikan kesimpulan secara induktif menghadapkan pada banyaknya kasus yang harus diamati sampai kepada kesimpulan secara umum. Statistika memberikan cara untuk menarik kesimpulan bersifat umum dengan jalan mengamati hanya sebagian populasi yang bersangkutan
·         Karateristik Berpikir Induktif
Kesimpulan induktif hanya mempunyai peluang untuk benar, maka meskipun premis-premisnya benar dan prosedur penarikannya sah, kesimpulannya belum tentu benar. Kekeliruan dalam penarikan kesimpulan tidak dapat dihindari karena menggunakan panca indera. Alat untuk mengumpulkan fakta punya kekurangan.
Menurut bidang pengkajiannya statistika dapat kita bedakan sebagai statistika teoretis yaitu pengetahuan yang mengkaji dasar-dasar teori statistika, di mulai dari teori penarikan contoh, distribusi, penaksiran dan peluang, serta  statistika terapan yaitumerupakan penggunaan statistika teoritis yang disesuaikan dengan bidang tempat penerapannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar