Nama : Stella Angelina Chandra
NIM : 2014-52-088
Mata Kuliah : Filsafat Ilmu dan Logika
Sesi :
10
STATISTIKA
Statistika
merupakan pengetahuan yang memungkinkan penarikan kesimpulan
induktif berdasarkan peluang. Kesimpulan induktif tidak memberikan kepastian dalam
kebenaran, namun sekedar memberikan peluang. Peluang merupakan dasar teori
statistika.
Kita
lihat di pinggir - pinggir jalan para "ahli matematika kaki lima"
menguraikan rumus - rumusnya dalam meramalkan nomor yang akan menang, campuran
antara metafisika, astrologi, astral dab 1001 omonga kosong (serta banyak lagi
dalil - dalilnya termasuk sistem analisis dan input - input Leontief).
Konsep
statisika sering dikaitkan dengan distribusi varibel yang ditelaah dalam suatu
populasi tertentu. Abraham Demoivre (1667-1754)mengembangkan teori galat atau
kekeliruan (theory of error). Pierre Simon de Laplace (1749-1827) mengembangkan
konsep Demoivre dan simpson ini lebih lanjut dan menemukan distribusi
normal;sebuah konsep yang mungkin paling umum dan paling banyak dipergunakan
dalam analisis statistika disamping teori peluang. Distribusi lain, yang tidak
berupa kurva normal, kemudian ditemukan Francis Galton (1822-1911), dan Karl
Pearson (185-1936).
·
Perkembangan
Statistika
Pendeta
Thomas Bayes pada tahun 1763 mengembangkan teori peluang subyektif berdasarkan
kepercayaan seseorang akan terjadinya suatu kejadian.Teori ini berkembang
menjadi cabang khusus dalam statistika sebagai pelengkap teori peluang yang
bersifat obyektif..
. Konsep statistika sering
dikaitkan distribusi variabel ditelaah dalam suatu populasi tertentu.Abraham
Demoivrepada (1754) mengembangkan teori galat atau kekeliruan (theory of
error).
Pada tahun 1757 Thomas
Simson menyimpulkan bahwa terdapat suatu distribusi yang berlanjut (continuous
distribution) suatu variabel, distribusi normal. Karl Pearson (1936) menemukan
distribusi dalam kurva tidak normal. Karl Friedrich Gauss (1855) menemukan
teknik kuadrat terkecil (least squares), simpangan baku dan galat baku untuk rata-rata
(the stan Karl Pearson melanjutkan Gauss dengan menciptakan konsep
regresi, korelasi, distribusi chi-kuadrat dan analisis statistika untuk data
kualitatif.
Ronald Alymer Fisher (1962) mengembangkan disain
eksperimen, analisis varians, analisis kovarians, distribusi z, distribusi t,
uji signifikan dan teori perkiraan (theory of estimation)
·
Statistika
dan
Cara
Berpikir Induktif
Ilmu adalah pengetahuan yang telah teruji kebenarannya.
Semua pernyataan ilmiahbersifat faktual sehingga dapat diuji dengan panca
indera. Pengujian empiris merupakan salah satu mata rantai dalam metoda ilmiah
yang membedakan ilmu dari pengetahuan lain.
Pengujian merupakan proses pengumpulan fakta yang relevan
dengan hipotesis, sehingga sekiranya hipotesis didukung fakta empiris, maka hipotesis tersebut
diterima kebenarannya. Pengujian mengharuskan untuk menarik kesimpulan yang
bersifat umum dari kasus-kasus individual atau penarikan secara induktif.
Penarikan kesimpulan secara induktif menghadapkan pada
banyaknya kasus yang harus diamati sampai kepada kesimpulan secara umum.
Statistika memberikan cara untuk menarik kesimpulan bersifat umum dengan jalan
mengamati hanya sebagian populasi yang bersangkutan
·
Karateristik Berpikir Induktif
Kesimpulan induktif hanya
mempunyai peluang untuk benar, maka meskipun premis-premisnya benar dan
prosedur penarikannya sah, kesimpulannya belum tentu benar. Kekeliruan dalam penarikan kesimpulan tidak dapat
dihindari karena menggunakan panca indera. Alat untuk mengumpulkan fakta punya
kekurangan.
Menurut bidang pengkajiannya
statistika dapat kita bedakan sebagai statistika teoretis yaitu pengetahuan
yang mengkaji dasar-dasar teori statistika, di mulai dari teori penarikan
contoh, distribusi, penaksiran dan peluang, serta statistika terapan yaitumerupakan penggunaan
statistika teoritis yang disesuaikan dengan bidang tempat penerapannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar