
Nama : Stella Angelina
Chandra
NIM : 2014-52-088
Mata Kuliah : Filsafat Ilmu dan Logika
Sesi :
10
Matematika
Matematika
sebagai Bahasa
-.
Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan
yang ingin kita sampaikan.
-.
Lambang-lambang matematika bersifat “artifisial” yang baru mempunyai arti
setelah sebuah makna diberikan padanya. Tanpa itu matematika hanya merupakan
kumpulan rumus-rumus yang mati.
-.
Untuk mengatasi kekurangan yang terdapat pada bahasa maka kita berpaling kepada
matematika. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa matematika adalah bahasa yang
berusaha untuk menghilangkan sifat kubur, majemuk, dan emosional dari bahasa verbal.
-.
Lambang-lambang dari matematika dibuat secara artifisial dan individual yang
merupakan perjanjian yang berlaku khusus untuk masalah yang sedang kita kaji.
Sifat
Kuantitatif dari Matematika
-.
Matematika mempunyai kelebihan lain dibandingkan dengan bahasa verbal.
Matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan
pengukuran secara kuantitatif.
-.
Dengan bahasa verbal bila kita membandingkan dua obyek yang berlainan umpamanya
gajah dan semut, maka kita hanya bisa mengatakan gajah lebih besar dari semut.
-.
Bahasa verbal hanya mampu mengemukakan pernyataan yang bersifat kualitatif.
-.
Sifat kuantitatif dari matematika meningkatkan daya prediktif dan kontrol dari
ilmu. Ilmu memberikan jawaban yang lebih bersifat eksak yang memungkinkan
pemecahan masalah secara lebih tepat dan cermat.
Matematika
: Sarana Berpikir Deduktif
-.
Berpikir deduktif adalah proses pengambilan kesimpulan yang didasarkan kepada
premis-premis yang kebenarannya telah ditentukan.
Perkembangan
Matematika
-.
Ditinjau dari perkembangannya maka ilmu dapat dibagi dalam tiga tahap yakni
tahap sistematika, komparatif, dan kuantitatif.
-.
Pada tahap sistematika maka ilmu mulai menggolong-golongkan obyek empiris ke
dalam kategori-kategori tertentu.
-.
Dalam tahap komparatif kita mulai melakukan perbandingan antara obyek yang satu
dengan obyek yang lain, kategori yang satu dengan kategori yang lain, dan
seterusnya.
-.
Tahap kuantitatif adalah tahap dimana kita mencari hubungan sebab akibat tidak
lagi berdasarkan perbandingan melainkan berdasarkan pengukuran yang eksak dari
obyek yang sedang kita selidiki.
-.
Matematika pada garis besarnya merupakan pengetahuan yang disusun secara
konsisten berdasarkan logika deduktif.
-.
Di samping sarana berpikir deduktif yang
merupakan aspek estetik, matematika juga merupakan kegunaan praktis dalam
kehidupan sehari-hari. Di samping kegunaan praktis ini maka aspek estetik juga
diperkembangkan dimana matematika merupakan kegiatan intelektual dalam kegiatan
berpikir yang penuh kreatif.
-.
Matematika mendapatkan momentum baru dalam peradaban Yunani yang sangat
memperhatikan aspek estetik dari matematika.
Beberapa
Aliran dalam Filsafat Matematika
-.
Dalam bagian terdahulu telah disebutkan dua pendapat tentang matematika yakni
dari Immanuel Kant (1724-1804) yang berpendapat bahwa matematika merupakan
pengetahuan yang bersifat sintetik apriori dimana eksistensi matematika
tergantung dari pancaindera serta pendapat dari aliran yang disebut logistik
yang berpendapat bahwa matematika merupakan cara berpikir logis yang salah atau
benarnya dapat ditentukan tanpa mempelajari dunia empiris.
-.
Akhir-akhir ini filsafat Kant tentang matematika ini mendapat momentum baru
dalam aliran yang disebut intuisionis dengan eksponen utamanya adalah seorang
ahli matematika berkebangsaan Belanda bernama Jan Brouwer (1881-1966).
Matematika
dan Perabadan
-.
Matematika dapat dikatakan hampir sama tuanya dengan peradaban manusia itu
sendiri. Sekitar 3500 tahun S.M. bangsa Mesir Kuno telah mempunyai simbol yang
melambangkan angka-angka.
-.
Matematika merupakan bahasa artifisial yang dikembangkan untuk menjawab
kekurangan bahasa verbal yang bersifat alamiah. Untuk itu maka diperlukan usaha
tertentu untuk menguasai matematika dalam bentuk kegiatan belajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar